Sunday, January 29, 2012

KENAKALAN REMAJA

  1. PERGAULAN BEBAS REMAJA
Perilaku yang penuh dengan kebebasan seringkali mengarah pada kenakalan yang sangat mencemaskan Sangat menyedihkan saat perilaku ini mengakibatkan tingginya angka aborsi dikalangan remaja. Karena perilaku yang tidak bertanggung jawab, maka seringkali kehamilan terjadi diluar kehendak mereka. Maklum, akibat kurangnya pengetahuan dan sikap sembrono. Sangat berbahaya mengingat hal ini menyangkut  jiwa manusia dan kesehatan reproduksinya dimasa mendatang. Ketidaksadaran akan hal ini sungguh sangat mengkuatirkan. Hal lain yang patut dikuatirkan adalah penggunaan obat terlarang yang marak beredar di pesta-pesta anak muda. Gaya hidup dengan pergaulan seks yang tidak bertanggung jawab juga mereka lakukan pada pacar sendiri. Dan dianggap sebagai ungkapan rasa cinta bila mereka akhirnya bisa tidur bersama. Banyak dilihat kasus-kasus narkoba yang mengarah pada sifat suka mencuri atau bahkan merampok. Konsumsi narkoba memerlukan biaya yang tidak sedikit.

B. PENGARUH TEKNOLOGI BAGI REMAJA
Setiap teknologi memberikan efek positif dan negatif Setiap individu dari kita akan merasa senang dengan kehadiran produk atau layanan yang lebih canggih dan praktis. Tidak terkecuali teknologi internet yang telah merobohkan batas dunia dan media televisi yang menyajikan hiburan, informasi serta berita aktual. Setelah kita memasuki era kehidupan dengan sistem komunikasi global, dengan kemudahan mengakses informasi baik melalui media cetak, TV, internet, komik,  media ponsel, dan DVD bajakan yang berkeliaran di masyarakat, tentunya memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan kita. Setiap fenomena yang ada dan terjadi di dunia, tentunya akan memberikan nilai positif sekaligus negatif.

Masalah ini Sangat tergantung pada pola pikir dan landasan hidup pribadi masing-masing. Maraknya penggunaan ponsel telah menurunkan interaksi individu secara langsung. Hal ini akan cenderung membuat pola hidup manusia menjadi indivualistis. Dampak negatif ini tentunya dapat dikurangi bahkan dihindari jika saja si pengguna memiliki pemahaman/pengetahuan, etika dan sikap yang kuat (bijak-positif) untuk memanfaatkan sesuatu secara selektif dan tepat guna.


C. FAKTOR-  FAKTOR PENYEBAB KENAKALAN REMAJA
1. Kurangnya Kasih Sayang Orang Tua.
Kasih Sayang orang tua merupakan satu hal yang sangat penting dalam kehidupan remaja karena dukungan orang tualah yang bisa membuat remaja termotivasi untuk berusaha dan untuk berprestasi tetapi jika orang tua sibuk dengan urusan mereka sendiri dan tidak mempedulikan remaja tersebut, ia akan menjadi anak yang kurang kasih sayang dan ia akan mencari kesenangan sendiri yang bisa membuat dia tenang dan tidak memikirkan masalah dirumah, paling  banyak kasus dari kenakalan remaja ini Indonesia adalah mereka yang berasal dari golongan atas/ anak dari orang tua yang berlebihan dalam materi, orang tua yang sibuk dengan segala urusan bisnis membuat anaknya terlantar dan hanya diurusi oleh pembantu.

2. Pergaulan Dengan Teman Yang Tidak Sebaya.
Akibat dari kurangnya kasih sayang dan pengawasan dari orang tua anak akan mencari  kesenangan di luar dan mereka akan bergaul bebas dengan siapa saja yang mereka inginkan dan terkadang mereka mencari teman  yang tidak sebaya. Yang lebih dewasa dari mereka karena mereka merasa dilindungi sehingga mereka mencari teman-teman yang lebih dewasa dari mereka. Dengan begitu mereka akan terpengaruh dangan apa yang dilakukan orang dewasa.


3. Peran Dari Perkembangan Iptek Yang Berdampak Negatif
Perkembangan  iptek memang sangat baik dan penting bagi perkembangan ilmu pengetehuan dan informasi  para remaja, namun saat ini remaja justru salah mempergunakan kecanggihan teknologi tersebut, dan mereka menyelewengkan  fungsi teknologi yang sebenarnya.


4. Tidak Adanya Bimbingan Kepribadian Dari Sekolah.
Peran guru  di sekolah juga sangat berpengaruh pada sikap dan tingkah laku seorang remaja. Terkadang guru di sekolah lebih lebih mementingkan intelegensi pelajar dari pada pembinaan terhadap mental dan sikap mereka dan hal ini juga akan berepengaruh pada tingkah laku mereka ada masa depan, karena  guru juga sangat bertanggung jawab atas murid atau pelajar yang mereka didik.

5. Dasar-Dasar Agama Yang Kurang.
Hal ini terkadang tidak terlalu diperhatikan oleh orang tua yang sibuk dengan segala usaha dan kegiatan mereka dan juga oleh pihak sekolah terkadang kurang memperhatikan hal ini. karena jika remaja tidak mendapat pendidikan agama yang baik mereka akan jauh dari Tuhan dan pasti tingkah laku mereka akan sembarangan.

6. Tidak Adanya Media Penyalur Bakat Dan Hobinya
Masa remaja merupakan  masa dimana mereka mulai menyalurkan berbagai bakat dan potensi yang mereka miliki dan terkadang media atau  tempat untuk mereka menyalurkan bakat mereka,tidak tersedia dan akhirnya yang mereka lakukan adalah mencari kesenangan sendiri dan lebih suka hura-hura daripada duduk tenang dirumah atau belajar.

7. Kebebasan Yang Berlebihan
Ada orang tua yang dalam mendidik anak mereka menerapkan pola asuh yang demokratis yang berlebihan sehingga anak menjadi yang keras kepala dan sering memaksakan kehendaknya kepada orang tua dan pola asuh seperti ni akan berakibat buruk pada anak. 

8. Masalah Yang Dipendam
Masa remaja sering penuh dengan berbagai problem,terkadang remaja tidak  terbuka pada orang tua, sehingga merek merasa bahwa mereka mampu mengatasi masalah itu sendiri.ternyata mereka tidak sanggup. Contoh masalah berpacaran,ketika remaja putus cinta terkadang mereka tidak mau menceritakan hal ini kepada orang tua tetapi yang mereka lakukan adalah memendam dan akhirnya mereka sendiri yang depresi dan akhirnya lari ke hal-hal yang tidak baik.mabuk-mabukan merokok,dl.
  1. PENANGGULANGAN TERHADAP KENAKALAN REMAJA
Diatas penulis sudah menjelaskan sedikit tentang kenakalan remaja dan faktor-faktor penyebab kenakalan remaja tersebut. Dan disini penulis akan membahas tentang bagaimana menanggulangi kenakalan remaja.

1. ORANG TUA
Dalam hal pembinaan terhadap remaja, orang tua seharusnya yang berperan aktif dalam memberikan motivasi bagi anak remaja,dan masalah kenakalan remaja juga sangat bergantung pada pola asuh yang diterapkan orang tua bagi anak. Dan hal ini harus sudah di mulai sejak dini mungkin sehingga ketika anak memasuki masa remaja mereka tidak salah dalam pergaulan dan mereka  menjadi anak  yang penurut dan taat kepada orang tua. Karena hal ini sangat berpengaruh dengan pola asuh  maka di sini penulis juga memberikan beberapa contoh pola :

a. Pola Asuh Otoriter
Pola asuh seperti ini adalah pola asuh yang salah, karena anak akan selalu berada dibawah kekuasaan orang tua,karena orang tualah yang berkuasa dan anak hanya bisa mengikuti semua aturan dan tidak boleh membantah, pola asuh seperti ini membuat anak menjadi  seorang  anak yang penakut dan tidak bisa bertanggung jawab terhadap pribadi sendiri, karena anak akan beranggapan bahwa semuanya biarlah orang tua yang mengaturnya, anak tidak mandiri dalam membuat sebuah keputusan kelak nanti, mental anak akan menjadi seorang yang anak yang tidak percaya diri dan tidak berani menghadapi tantangan hidup. Pola asuh seperti ini juga terkadang ada  yang bersifat  kekerasan,dan hal ini yang akan lebih berbahaya, karena anak akan menjadi berwatak keras dan susah diatur,dan ada juga yang menyimpan akar pahit kepada orang tua.

b. Pola Asuh Permisif
Pola asuh permisif adalah pola asuh yang dimana anak yang akan  selalu menjadi mendominasi setiap pengambilan keputusan dan orang tua hanya bisa mengikuti setiap apa yang diinginkan anak, hal ini terjadi karena orang tua biasanya terlalu berlebihan dalam  memanjakan anak dan jika ini yang dilakukan oleh orang tua, maka anak akan menjadi anak  yang bebas,  karena apapun yang ia lakukan  pasti akan disetujui oleh orang tua, dan jika hal ini tidak segera dirubah maka anak akan menindas orang tuanya sendiri.

c. Pola Asuh Demokratis
Pola asuh ini lebih menitik beratkan pada sebuah kebebasan,tetapi kebebasan yang bersyarat, artinya setiap hal yang ingin di lakukan oleh anak akan dipertimbangkan oleh orang tua dan dalam hal ini biasanya antara orang tua dan anak menjalin kerja sama yang baik dalam membuat sebuah keputusan, sehingga tidak ada satu pihak yang di rugikan atau satu pihak yang akan mendapat keuntungan, jika pola asuh seprti ini yang diterapkan anak akan menjadi anak yang bijaksana dalam membuat satu keputusan, dia akan belajar untuk menghargai pendapat orang lain dan juga masukan dari orang yang lebih dewasa daripada dia. Anak akan tumbuh menjadi seorang anak yang taat dan juga patuh pada orang tua, dan patuh pada setiap aturan yang berlaku dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat, dan jika anak yang diasuh dengan pola asuh seprti ini  membuat satu kenakalan, sangat mudah diatasi.
Setelah kita melihat beberapa pola asuh diatas, yang harus dan perlu diperhatikan dalam setiap sistem pola asuh dan setiap tindakan orang tua terhadap anak harus berpedoman pada firman Tuhan agar tidak salah arah dan akan selalu berjalan sesui dengan koridornya,pola asuh sangat penting dan sangat bermanfat bagi pendidikan anak dalam keluarga, jadi dari penjelasan diatas kita dapat mengatakan bahwa untuk menangulangi kenakalan remaja  yang perlu kita lakukan adalah merubah pola asuh yag salah selama ini. ganti dengan pola asuh yang baik dan sesuai dengan Alkitab agar anak bertumbuh menjadi anak yang patuh dan taat.
Selain pola asuh yang sudah kita tahu, yang perlu kita prhatikan juga adalah tentang  keadaan keluarga, apakah kelurga itu sedang dalam keadaan brokenhome, atau saja orang tua lebih mementingkan diri sendiri dan  segala urusan diluar daripada rumah tangga dan pengasuhan anak ditugaskan kepada pembantu,perhatian dan kasih sayang sangat penting bagi pertumbuhan kejiwaan, kerohanian dan intelektual anak, jadi disini para orang tua harus bisa lebih jeli dalam memperhatikan hal ini agar. Anak bisa di didik dengan baik, dalam hal ini kesadaran orang tua akan tanggung jawabnya yang akan membuat semuanya berjalan dengan baik.selain itu pendidikan seks dalam keluarga juga perlu ditanamkan sejak dini mungkin agar anak tahu tentang seks itu dan batasan dalam pergaulan, agar anak tidak salah melangkah dan terlibat dalm pergaulan bebas dan seks pranikah yang selama ini sangat marak terjadi dikalangan remaja.

2. SEKOLAH
Sekolah sebagai lembaga pendidikan juga harus berperan aktif dalam penanggulangan terhadap kenakalan remaja.terutama guru, guru yang merupakan orang tua dari anak ketika ia berada disekolah seharusnya juga bisa memainkan perannya dengan baik. Guru tidak boleh hanya mementingkan pengetahuan anak dibidang ilmu. Namun, harus memperhatikan juga kehidupan remaja dan bisa menjadi mentor  yang baik bagi anak dalam pertumbuhan iman remaja. Dalam hal ini kerja sama antar orang tua dan sekolah juga harus terjalin dengan baik, agar pembinaan dari sekolah bisa lebih efektif.
 
KESIMPULAN
Remaja adalah masa transisi / peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik,psikis & psikososial
Masa remaja, dianggap sebagai masa topan badai dan stress (storm and stress), karena  telah memiliki keinginan bebas untuk menentukan nasib diri sendiri. Disinilah peran penting keluarga dalam membimbing & mengarahkan remaja menuju masa depan yang cerah. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah pola asuh yang baik sejak dini sehingga ketika anak memasuki masa remaja mereka tidak salah jalan, dan untuk menanggulangi masalah ini, banyak hal perlu diperhatikan. Penyebab atau faktor-faktor  yang mempengaruhi kenakalan itu yang perlu diperhatikan dan jika belum sesuai dengan apa yang salama ini dilakukan, inilah saatnya untuk merubah semua itu, tidak ada kata terlambat untuk suatu hal yang akan mendatangkan kebaikan.




2 comments:

  1. a very good chronology quote a friend.

    ReplyDelete
  2. thanks....but please you see a last picture's..that is the best style of monte village....hahahaha...peace

    ReplyDelete